oleh

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan dari Fraksi PAN Pasrah Diborgol KPK

Berita Nasional – Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pasrah dengan aturan baru penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, yakni pemborgolan tangan saat keluar dan masuk Rutan. Taufik merupakan tersangka suap pengurusan DAK Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016.

Taufik telah mendekam di Rutan KPK, sejak 2 November 2018.

Sebelumnya, KPK terus berupaya membuat gebrakan baru sebagai efek jera untuk para tersangka korupsi. Masuk awal 2019 ini, penyidik dan jaksa KPK akan memborgol para tahanan setiap kali menjalani pemeriksaan.

“Saya hanya menghormati proses hukum, menghormati KPK,” kata Taufik di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis 3 Januari 2019.

Taufik berharap, mendapat petunjuk Tuhan, sehingga diberi jalan di tengah proses hukum yang menjeratnya. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan akan kooperatif mengikuti proses hukum.

“Sebagai manusia Muslim, saya mengharapkan petunjuk dari Allah, sehingga diberikan jalan yang lurus,” ujarnya.

Taufik mengaku baru saja meneken masa perpanjangan penahanan dirinya untuk 30 hari ke depan. Namun, dia menolak saat ditanya soal dugaan aliran uang pengurusan DAK Kebumen tahun anggaran 2016 kepada pihak lain. “Kalau materi penyidikan, nanti tanya pak penyidik,” tambahnya.

KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan alokasi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen. Setelah pemeriksaan pada Jumat 2 November 2018, KPK langsung menahan yang bersangkutan.

Politikus PAN Taufik Kurniawan diduga terima Rp3,65 miliar dari Bupati non-aktif Kebumen Muhamad Yahya Fuad.

Dalam surat tuntutan Bupati Kebumen nonaktif Muhamad Yahya Fuad yang sudah divonis selama 4 empat tahun penjara, disebut bahwa Yahya Fuad pada Juni 2016, ditawari Taufik Kurniawan ada DAK Perubahan tahun 2016 untuk jalan sebesar Rp100 miliar.

Kepada Yahya Fuad, Taufik mengatakan, anggaran tersebut tak gratis dan untuk ‘kawan-kawan’.

Sumber: viva.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed